1. Presiden FIFA Ingin Iran Harus Tampil di Piala Dunia 2026
Sulawesi Berita – Presiden FIFA Ingin Iran menegaskan bahwa pihaknya berharap Iran tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 sesuai jadwal meskipun tengah berlangsung konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah. FIFA menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan turnamen besar ini secara aman dan inklusif, serta mengundang semua tim yang lolos untuk bertanding.
Infantino juga mengatakan bahwa diskusi dengan pihak berwenang, termasuk kepala pemerintahan tuan rumah, telah berlangsung guna memastikan keselamatan atlet dan staf. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi tentang kemungkinan perubahan jadwal atau lokasi pertandingan Iran akibat ketegangan politik dan keamanan saat ini.
2. Iran Diharapkan Tetap Bermain, Meski Pertimbangan Lokasi Pertandingan Muncul
FIFA menegaskan bahwa meskipun Iran mempertimbangkan untuk memindahkan laga Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke negara tetangga seperti Meksiko karena alasan keamanan, turnamen ini tetap direncanakan berlangsung seperti semula. President FIFA menegaskan pentingnya semua tim yang lolos, termasuk Iran, bermain sesuai jadwal yang diumumkan.
Permintaan Iran untuk perubahan venue muncul setelah Presiden AS menyampaikan kekhawatiran soal keamanan tim Iran di negaranya, tetapi FIFA berulang kali mengatakan bahwa perubahan tersebut akan berdampak pada keseluruhan jadwal turnamen.
Baca Juga: Iran Luncurkan Rudal Balas Kematian Larijani Rakyat Turun ke Jalan Beri Dukungan
3. FIFA Akan Terus Ajak Iran Ikut Serta dalam Piala Dunia 2026
FIFA secara aktif terus berkomunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran meskipun ada ketidakpastian politik yang besar saat ini. Presiden Infantino dan pejabat FIFA lainnya menyampaikan bahwa mereka ingin Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026, dan tidak ada rencana untuk mengeluarkan tim tersebut dari jadwal kompetisi.
Organisasi itu menegaskan bahwa perubahan jadwal atau lokasi pertandingan bukan pilihan utama karena akan berdampak pada keuntungan kompetitif tim lain, logistik, serta kontrak penyelenggaraan. FIFA berharap isu geopolitik bisa diselesaikan tanpa memengaruhi hak keikutsertaan negara yang telah lolos.
4. Ketegangan Konflik AS‑Iran Tidak Mengurangi Tekad FIFA
Konflik yang sedang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat dan sekutu telah membuat masa depan keikutsertaan tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tidak pasti. Namun FIFA menegaskan pentingnya turnamen internasional yang inklusif dan damai, serta berharap semua negara yang lolos tetap bermain sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati pada undian awal turnamen.
Infantino memposisikan Piala Dunia sebagai ajang yang menyatukan umat sepak bola global dan menyatakan bahwa semua tim, termasuk Iran yang tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, diharapkan tampil di babak grup sesuai jadwal.
5. Tantangan Politik vs. Tekad FIFA Menjaga Integritas Jadwal
Di tengah konflik geopolitik dan berbagai pernyataan dari pejabat Iran yang menyatakan penolakan terhadap pertandingan di negara tertentu, Presiden FIFA tetap menegaskan bagi semua peserta untuk memainkan pertandingan sesuai jadwal. Pernyataan ini muncul untuk mempertahankan integritas turnamen internasional terbesar tersebut, serta memberikan kepastian bagi jutaan pendukung sepak bola di seluruh dunia.
Meski ada diskusi soal kemungkinan pemindahan venue laga Iran dari Amerika Serikat ke Meksiko, hingga kini FIFA belum mengambil keputusan perubahan resmi. Organisasi mengupayakan solusi yang dapat menjaga konflik politik terpisah dari kompetisi olahraga.









