Ratusan Ojol Bersama Aksi Damai Penegasan Sikap dan Klarifikasi Publik
Jangkauan Banten – Ratusan Ojol Bersama organisasi masyarakat dan pemuda menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Tangsel. Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga upaya mengklarifikasi identitas dan misi sejati komunitas ojol dalam menghadapi maraknya kericuhan di wilayah lain pasca insiden tewasnya driver ojol Affan Kurniawan
Komunitas ojol menegaskan bahwa mereka tidak mengajarkan anarkisme. Ketua Keluarga Besar Ojol Tangsel, Jaja, menyampaikan bahwa sejumlah tindakan kekerasan dan perusakan yang terjadi di Jakarta tidak mencerminkan karakter komunitas yang sebenarnya
Kalau ada yang mengaku tapi tidak punya aplikasi, itu oknum,”
– Jaja, tegas membedakan asli dengan pihak-pihak yang hanya menggunakan atribut untuk memicu keributan
Jaja juga menyatakan dampak langsung kerusuhan terhadap aktivitas ojol, seperti turunnya pendapatan karena banyak kantor dan sekolah tutup, serta kekhawatiran saat mengambil penumpang di wilayah rentan
Sinergi Masyarakat, Ormas, dan Aparat
Gedung DPRD Tangsel tidak hanya dijaga oleh komunitas ojol, tetapi juga oleh tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta aparat TNI‑Polri. Pengamanan dilakukan sejak 1 hingga 2 September untuk mengantisipasi potensi gangguan dari rencana aksi mahasiswa yang batal datang
Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rasyid, menyambut baik aksi damai tersebut.
Baca Juga: Jaga Kondusifitas, Gubernur Banten Andra Soni Sambangi Sejumlah Ulama dan Tokoh Masyarakat
Perspektif dan Nuansa Berbeda
Deklarasi Damai sebagai Cermin Kesadaran Sosial
Aksi ini melampaui sekadar demontrasi—ia adalah wujud kedewasaan dan kesadaran menjaga ketertiban kota.
Pemanfaatan Atribut tanpa Aplikasi: Tantangan Identitas
Maraknya oknum yang menggunakan atribut tanpa aplikasi resmi memicu kebutuhan klarifikasi dan verifikasi melalui aplikasi—berupaya menjaga citra komunitas.
Dampak Ekonomi dan Psikologis bagi
Tak semata soal opini publik: aksi anarkis di daerah lain juga membuat Tangsel menghadapi risiko menurunnya order, ketakutan dalam operasional, dan ketidakpastian penghasilan
Kolaborasi Beragam Lintas Elemen
Aksi ini membuktikan bahwa pengemudi bukan kelompok terpisah, melainkan bagian integral dari masyarakat dengan visi sama: keamanan dan kedamaian kota.





