Batu 7 Ton Timbun di Desa Sawangan Purworejo, Evakuasi Dilakukan Secara Manual
Jangkauan Banten – Batu 7 Ton Timbun Sebuah batu berukuran raksasa dengan berat diperkirakan mencapai tujuh ton menimpa dan menutup sebagian badan jalan desa di Dusun Sawangan, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (8/11/2025) malam. Peristiwa tersebut membuat akses warga dari dan menuju desa sempat terhenti total selama beberapa jam.
Evakuasi Manual, Alat Berat Belum Bisa Masuk
Proses penanganan dilakukan oleh warga bersama petugas BPBD Purworejo, TNI, dan Polri sejak Sabtu pagi. Karena medan yang curam dan sempit, alat berat tidak dapat menjangkau lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Eko Priyono, mengatakan bahwa tim gabungan terpaksa melakukan evakuasi secara manual menggunakan linggis, palu besar, dan tali baja.
Medan cukup sulit, jalannya sempit dan di satu sisi langsung jurang. Jadi alat berat belum bisa naik. Hingga Sabtu sore, proses pembersihan masih berlangsung, dan lalu lintas kendaraan roda empat belum bisa lewat.
Baca Juga: Moskwa Mau Wajibkan Warga Ukraina Jadi Tentara Rusia, Perang Lawan Tanah Air Sendiri
Warga Khawatir Longsor Susulan
Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku khawatir akan adanya longsor atau guguran batu susulan, mengingat kontur tanah di wilayah Sawangan yang curam dan berbatu.
Hujan masih sering turun. Kami takut kalau nanti tebing di atasnya ikut runtuh. Untuk sementara warga tidak berani lewat malam,” kata Sutrisno (47), warga setempat.
Petugas juga telah memasang garis pembatas dan rambu darurat untuk menghindari warga melintas di sekitar lokasi longsoran.
Batu 7 Ton Timbun Jalur Alternatif Disiapkan
Pemerintah Desa Sawangan bersama BPBD tengah menyiapkan jalur alternatif bagi warga yang hendak menuju Kaligesing atau ke pusat kota Purworejo. Jalur itu memutar sejauh hampir 4 kilometer melewati dusun lain.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terutama saat hujan deras, mengingat kondisi tanah di kawasan perbukitan Purworejo rawan longsor dan pergerakan batu.
Kami terus pantau lokasi. Kalau hujan deras lagi, warga kami minta menjauh dulu dari area tebing,” tambah Eko.
Belum Ada Korban
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akses transportasi terganggu dan aktivitas warga sempat lumpuh. Pemerintah daerah memastikan akan segera menurunkan alat berat begitu cuaca dan kondisi medan memungkinkan.
Peristiwa jatuhnya batu besar ini menjadi pengingat bahwa wilayah Purworejo bagian utara, terutama daerah berbukit seperti Kaligesing, memiliki risiko tinggi terhadap bencana longsor dan guguran batu setiap musim hujan.
Catatan Tambahan
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk melapor ke aparat desa atau posko bencana jika melihat tanda-tanda longsoran baru, seperti retakan di tanah, suara gemuruh dari bukit, atau pohon yang mulai miring. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pencegahan dini menjadi kunci untuk menghindari bencana yang lebih besar di musim penghujan tahun ini.






