Banten — Pemerintah Provinsi Banten resmi meluncurkan program inovatif bernama Kampung Mandiri Air untuk mengatasi masalah kekeringan dan keterbatasan akses air bersih di sejumlah desa pesisir. Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Gubernur Banten, Wahidin Halim, menjelaskan bahwa proyek tersebut memanfaatkan teknologi penyaringan air berbasis energi surya yang ramah lingkungan. Selain menyediakan air bersih, sistem ini juga mampu menekan biaya operasional warga hingga 60 persen. “Kami ingin masyarakat di wilayah pesisir tak lagi kesulitan air di musim kemarau,” ujarnya.
Program ini berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, organisasi lingkungan, dan perusahaan daerah air minum (PDAM). Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam tahap pembangunan dan pemeliharaan agar tercipta rasa memiliki terhadap fasilitas baru ini.
Menurut data Kementerian PUPR, setidaknya 37 ribu warga di Kabupaten Serang dan Lebak kini mendapatkan pasokan air bersih secara berkelanjutan. “Kampung Mandiri Air adalah bukti bahwa solusi lokal bisa menjawab masalah global,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banten.
Selain manfaat utama dalam penyediaan air bersih, proyek ini juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi. Dengan air yang cukup, warga kini dapat mengembangkan usaha kecil seperti pertanian hortikultura dan perikanan air tawar. Bahkan, beberapa desa telah memulai wisata edukasi tentang konservasi air untuk pelajar dan wisatawan.
Baca juga: Langkah Inovatif Ketua RT di Duren Sawit, Sulap Selokan Jadi Sumber Rezeki
Inisiatif ini dipuji banyak pihak karena menjadi langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs). Jika berhasil, program ini akan direplikasi ke wilayah lain di Indonesia.
Laporan dari: JANGKAUAN BANTEN | MEDIA TANJUNG BALAI | INFO WOHA
Kategori: Lingkungan, Inovasi Daerah, Banten
Program “Kampung Mandiri Air” di Banten Diresmikan, Warga Kini Tak Lagi Krisis Air Bersih
